Pada tahun 1942, saat Jepang menduduki Hindia Belanda, semua perkebunan, termasuk Kemuning, disita. Selama pendudukan ini, perkebunan teh dialihfungsikan
Sistem ini menyatukan berbagai anggota masyarakat: bangsawan, petani, dan pekerja perkebunan. Mereka membentuk kelompok yang berpatroli di ladang tebu,
Masyarakat menyambut baik fasilitas kesehatan yang didirikan Mangkunegaran. Mereka yang sebelumnya hanya mengandalkan pengobatan tradisional mulai mencari pengobatan modern.
Seni pertunjukan Mangkunegaran merupakan titik pusat kehidupan budaya Jawa yang dilakukan dengan kehalusan dan kesempurnaan sehingga ketenarannya telah menyebar
Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (K.G.P.A.A.) Mangkoenagoro VII (1916-1942) melakukan banyak modernisasi di Mangkunegaran. Dalam bidang seni, K.G.P.A.A. Mangkoenagoro